Mengamati Perubahan Karakter Kacer Seiring dengan Berjalanya Usia (Diambil dari Kisah Nyata)

Mengamati Perubahan Karakter Kacer Seiring dengan Berjalanya Usia (Diambil dari Kisah Nyata)

Mengamati Perubahan Karakter Kacer Seiring dengan Berjalanya Usia (Diambil dari Kisah Nyata) – Sobat ublsf.com, sudah sering admin tuliskan di blog ini bahwa memiliki kacer juara dengan segudang prestasi adalah impian hampir smua kicau mania kacer yang ada di seantero Indonesia. Tentu saja hal ini benar, karena bagi sobat KM yang telah dengan penuh ketulusan dan kesabaran merawat kacer kesayangannya, memiliki kacer juara adalah sebuah kebagaan dan pembenaran atas semua usaha-usahanya.

Mengamati Perubahan Karakter Kacer Seiring dengan Berjalanya Usia
Namun, pernahkah sobat mengalami sebuah fenomena dimana kacer berubah perilaku meski semua treatment yang dilakukan sama? Hal ini biasanya juga sangat berpengaruh langsung pada performanya saat ada di medan laga. Jika Anda pernah mengalami masalah yang sama, maka sempatkanlah membaca uraian pengamatan narasumber kami Ibi Bandar Kacer berikut terkait fenomena perubahan performa kacer karena faktor usia, dan cara menyikapinya. Berikut ini ulasan lengkapnya untuk sobat KM semua.

Fenomena Perubahan Performa Karena Faktor Usia Dan Cara Menyikapinya

Mungkin sobat KM sering mndapat masalah seperti ini, kacer ketika telah ngurak menjadi kurang fighter dll, mari kita kupas fenomena ini dengan ilustrasi yang logis dan mudah diterima akal sehat. Pernahkah kita berfikir di masa remaja apa dampak yang akan ditimbulkan jika suatu prilaku dilakukan sembrono, emosional, dan menabrak semua aturan? Nah di kacerpun sama, saya meneliti pertama dari seorang tukang pikat di hutan, kenapa kacer yang mau terperangkap hampir 90% kacer muda? Alasan jelas, karena si kacer muda cendrung tempramental sehingga begitu ada yg mengusik langsung terkam dan terperangkap oleh jaring si tukang pikat.
Lain halnya dengan kcer yg dewasa. Ketika kacer dewas berusaha dipikat, dia hanya akan menari-nari sambil menggoyangkan ekornya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas, karena sang kacer dewasa cendrung bisa menahan emosinya.
Saya ingin sedikit berbagi cerita dan pengalaman tentang fenomena ini karna saya kebetulan sering merawat dari trotol hingga dia bermain di level laberan. Sepanjang yang saya alami ada beberapa atau bahkan umunya tak mampu bertahan lama pada top performa. Kacer ketika telah lepas trotol biasanya ia mulai gacor. Saya coba trek performanya bagus dan begitu emosional, galak gak ketulungan. Setiap burung muda saya anggap wajar dan saat itu seting hanya berupa kroto itupun msih sedikit tempramental.

Ketika tiba saatnya mabung yang pertama kalinya, seseorang perawat kacer yang berfikir manusiawi pasti akan mernerapkan seting yang sama seperti saat sebelum mabung. Walhasil? kacer tersebut menurun jiwa tempurnya. Pasti siapapun akan merasakan ndasmet (ndas mumet) / pusing tuju keliling memikirkan penyebabnya. Dalam benak kita pasti akan selalu bertanya-tanya “Apa yg salah pada rawatan saya padahal tidak ada yang saya rubah hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun? Jawabanpun kini telah saya kantongi. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, saya mencoba menyimpulkan bahwa kacer muda jelas dan hampir pasti bersifat tempramental. Begitu masa dewasa datang, maka dengan sendirinya akan berubah pula lah karakter umum kacer muda tadi. Ini jelas berkaitan dengan langsung pola rawatan yang juga harus berubah.

Pola Rawatan Mendasar Apa Sajakah yang Paling Mendesak untuk Segera Dirubah?

Jelas, ini semua berkaitan dengan mandi, jemur, EF dan jenis EF. Jika dulu sang momongan hanya mandi tiap hari, jemur minim, pada saat sudah seperti ini saya akan mulai naikkan beberapa aspek seperti: EF yang tdinya hanya kroto, kini saya tambahkan JK dengan takaran renda. Setelah melewati proses pnjang alhasil kacer pun mulai tampil bagus seperti biasanya lagi. Nah, dari ulasan ini kita dapat mengambil hikmahnya bahwa pakem setingan kacer yang belum benar-benar mapan pasti berubah dengan berjalanya usia.
Yang perlu diingat dan yang paling penting adalah sebuah teori alam bahwa emosi kacer akan menurun dengan sendirinya ketika usia mulai dewasa seperti halnya yang terjadi pada manusia seperti telah saya ilustrasikan sebelumnya. Maka setelah membaca uraian ini saya berharap sobat KM dimanapun berada tidak lagi terlalu heran jika melihat kacer yang dulunya memiliki emosi tinggi, berubah menjadi kacer yang selow. Itu semua adalah karena faktor umur dan yang terpenting kemudian adalah sobat KM harus mulai mengambil tindakan untuk mensiasatinya baik menurut pengamatan sobat KM sendiri atau mengikuti pakem yang coba saya rumuskan sesuai pengalaman dan pengamatan yang telah saya uraikan di atas. Simpan juga dalam ingatan sobat KM bahwa:
1. Jemur adalah treatment untuk mendongkrak emosi
2. Mandi adalah treatment untuk menurunkan emosi
3. JK bisa berefek mnambah power
4. Kroto berefek menambah birahi dan mendinginkan suhu tubuh
Tinggl kita pandai-pandai mensiasati semua elemen itu sesuai dengan apa yang kurang dari momongan kita Sekian dulu ulasan dari saya, salam dari wong alit.
Nah, semoga setelah membaca ulasan di atas kita semua kini memahami satu fenomena alami kacer yang mungkin telah atau akan kita alami. Tak perlu buru-buru berputus asa atau memfonis momongan dengan anggapan tak berprestasi. Kacer juara umumnya lahir dari perjalanan panjang sebuah ketulusan dalam perawatan dan selalu adanya kebangkitan saat kegagalan bertubu-tubi datang menghadang. Salam kacer sukses, kacer juara, kacer prestasi!! Silahkan bagikan artikel ini ke pada sesama pencinta kicau mania dan semoga bermanfaat. Sebagai bahan referensi, baca juga: Memahami Jenis-Jenis Kacer Karnibal yang Sebenarnya Berprestasi dan Rumus Perawatan Kacer untuk Karyawanatau Buruh. BERANDA



Home - About Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2014 www.ublsf.com. Designed By templatoid. Powered By Blogger
Back To Top