Rumus Rawatan Kacer Juara (Pakem Kotoran Sebagai Gambaran Kondisi Kacer) | www.ublsf.com

Rumus Rawatan Kacer Juara (Pakem Kotoran Sebagai Gambaran Kondisi Kacer)

Rumus Rawatan Kacer Juara (Pakem Kotoran Sebagai Gambaran Kondisi Kacer)

Rumus Rawatan KacerJuara (Pakem Kotoran Sebagai Gambaran Kondisi Kacer) – Sebagai pecinta si hitam putih (Kacer), kita tidak hanya harus memiliki jiwa yang benar-benar tulus merawat si momongan, tlaten dan sabar merawat si kacer sampai ketemu settingan yang paling ideal, dan juga tekun dan total menjalankan rawatan sehari-hari tetapi kita juga dituntut untuk memiliki kejelian dalam memahami fenomena-fenomena keseharian yang ada di sekitar si kacer momongan. Selain fenomena-fenomea yang cenderung digolongkan sebagai masalah, ada juga beberapa fenomena yang dapat dijadikan bahan acuan dan sangat bermanfaat untuk para KM dan momongannya.

Rumus Rawatan Kacer Juara (Pakem Kotoran
Salah satu fenomena positif yang akan admin share pada posting kali ini adalah sebuah fenomena yang terkait erat dengan kondisi kebugaran sang kacer momongan. Fenomena itu disebut dengan “pakem kotoran” yang dapat dijadikan bahan acuan untuk menerawang kondisi kebugaran sang kacer momongan. Pakem ini kami dapat langsung dari salah satu narasumber kami, yang mungkin sering juga menjadi rujukan Anda ketika sedang menghadapi berbagai permasalahan seputar kicau mania kacer dan perawatannya, yaitu om Ibi Bandar Kacer. Berikut uraian lengkapnya.
Pakem Kotoran Kacer Sebagai Acuan Kebugaran Kacer
Berdasarkan pengalaman saya selama berkecimpung di dunia kacer, saya terbiasa melihat kondisi kacer untuk fight atau tidaknya di lapanga berdasarkan sebuah pakem yang saya namakan “Pakem Kotoran Kacer”. Pakem yang saya rumuskan berdasarkan pengalaman saya adalah sebagai berikut:
1.kotoran besar-besar tapi bagus (makan dan minum boros, jelas obesitas)
2.kotoran kecil kering tapi ada bercak darah (jelas itu indikasi over birahi)
3.kotoran becek mkan voer standar minum boros (jelas itu indikasi dehidrasi)
Tuk poin 1 ini, yang biasanya membuat tmen-temen bingung ketika ditrek kacer sperti mnunjukan gejala over birahi. Miyik..nyiblek..mbagong..seperti tidak punya gairah tarung. Di rumah lebih banyak diam tidak lincah dan bulu ngembang. Jika kacer males bunyi dengan tanda-tanda tersebut biasanya yang diotak-atik tmen-temen sobat KM hanya EF nya saja. Sampai rambut memutih ibaratnya, tidak kunjung selesai maslahnya. Karena merasa tanda-tanda itu seperti ob, maka birahi diturunin sampai nol. Mandi mlm juga sudah dilakukan, tetep tidak kujung ktemu-ketemu jua akar masalahnya. Yang terjadi kemudian adalah ndasmet dan buka-buka google. Tapi sayangnya tetep tidak ada jalan keluar hee..heee.

Terkadang bkan itu saja, malah ada kacer yang gigit bulu sndri. Wuh, pada kasus ini tambah runyam urusannya. Sobat KM, sebenarnya itu smua terjadi karena ketidak jelian kita saja. Gigit bulu karna ob itu, jelas tandanya kotoran kecil-kecil dan terdapat bercak seperti darah. Treatment pemulihannya adalah mandi malam dan non EF. Kalau cocok diagnosanya, pasti inshaallah sembuh. Tapi kalau gigit bulu karna kondisi kurang power, dan ditreatment seperti itu, apa yang terjadi? Tambah parah.
Cara penanganan kasus yang ada pada poin 1. Jemur dan umbar, tapi dengan syarat EF JK sekali makan kuat berapa, itu setting sementara untuk treatment itu. Nanti tanpa kita sadari, JK yang tadinya kuat mkan 12 ekor sekali mkan, pasti akan mnurun dengan sendrinya seiring berjalannya waktu pada masa treatment. Tanda bahwa momongan sudah terlihat mulai membaik adalah ketika kotoran vornya terlihat kcil-kecil, padat, dan kering. Itu lah waktu yang tepat untuk mencoba turun lapangan lagi.
Kasus poin 2. Jika kotoran kcil-kecil dan padat tapi terdapat bercak merah seperti darah, jelas itu OB karena kebanyakan forsi EF. Solusinya, tinggl pangkas saja porsi harianya. Contoh, tadinya 8/8..mnjadi 5/5 dan mandi malam, kurangi jemurnya.
Kasus poin 3. Kotoran becek, makan vor standar, tapi minumnya cenderung boros. Jelas itu indikasi dehidrasi. Faktor penyebabnya adalah karena terlalu lama durasi jemur yang dapat berakibat pada kekurangan cairan. Cara menaganinya adalah dengan jemurlah momongan cukup selama 10-20 menit Setelah itu beri air kelapa muda atau bisa juga dengan rebusan akar alang-alang. Ambil airnya dan berikan untuk minuman si momongan. Untuk EF, jangan dirubah2.
Mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf jikalau ada yang tidak sependapat...heee..heee....heee...
Karena saya bukan suhu, master, atau orang hebat. Saya hanya ingin berbagi pengalaman saya saja. Terimakasih. Semoga bermanfaat.
Semoga saja ulasan narasumber yang kami share pada kesempatan ini, dapat menjadi salah satu informasi baru yang bermanfaat untuk semua kicau mania kacer dimanapun berada. Intinya, kepekaan dan kejelian kita amat sangat dibutuhkan dalam rangka menemukan salah satu pola setingan rawatan kacer yang tepat dan tujuan akhirnya jelas, “kacer juara” yang memiliki sekarung prestasi. Silahkan share artikel ini jika Anda rasa bermanfaat, dan untuk melihat tips kicau yang lain silahkan klik di sini.
Baca Juga:


Photo of the Remarkables mountain range in Queenstown, New Zealand.

Home - About Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2014 www.ublsf.com. Designed By templatoid. Powered By Blogger
Back To Top