Pentingnya “Istirahat” untuk Menjaga Kestabilan Performa Kacer yang Sudah Nampil | www.ublsf.com

Pentingnya “Istirahat” untuk Menjaga Kestabilan Performa Kacer yang Sudah Nampil

Pentingnya “Istirahat” untuk Menjaga Kestabilan Performa Kacer yang Sudah Nampil

Pentingnya “Istirahat” untuk Menjaga Kestabilan Performa Kacer yang Sudah Nampil – Sekali lagi, bagi Anda (kicau mania) yang punya burung sudah mau nampil (tapi burung tersebut masih dalam kategori rata-rata), janganlah kacer tersebut digeber seminggu 2 sampai 3 kali. Yang seperti tu tidak akan bertahan lama, nanti ujung-ujungnya pasti akan menjadi celeng lagi gacoan Anda. Jadi ketika setting tidak drubah, cuaca tidak berubah, tapi kinerja berubah, cukup dirawat seperti biasanya akan tetapi jangan ditrek atau lomba sampai kurang lebih 3 minggu baru boleh dicoba kembali. Lebih afdolnya asingkan dari sesama jenis dulu biar ia merasa lebih nyaman dan mengurangi tingkat stressnya. Boleh juga  Anda sandingkan dengan konin agar mental FIGTHER terjaga dengan baik selama masa Istirahat.

Saya memberikan pengalaman ini untuk burung yang dalam kategori global / umum / rata-rata burung. Jadi jika ada karakter burung yang justru performanya menanjak saat digeber tiap minggu, itulah yang disebut “anomali” atau penyimpangan dari kebiasaan. Meskipun ada, mungkin seribu satu atau bahkan satu juta satu yang bisa seperti itu. Oleh karenanya, yang seperti itu tidak bisa kita jadikan acuan untuk rata-rata kacer, karena yang seperti itu adalah fenomena langka.
Misalnya seperti ini, rata-rata orang Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokonya. Namun, saya pernah juga menemukan ada seseorang (orang Indonesia) yang sama sekali tidak mau makan nasi bahkan jika dipaksakan tetap memasukan nasi ke dalam mulutnya, tubuhnya pasti akan merespon dengan memuntahkannya. Oleh karenanya orang ini memilih roti atau makanan lain sebagai makanan pokoknya. Itulah contoh lain anomali. Pertanyaanya, manakah yang bisa kita pandang sebagai acuan makanan pokok orang Indonesia, nasi atau roti? Pastilah nasi, karena itu fenomena umumnya.
Jadi sebenarnya fenomena anomali seperti itu tidak perlu dibedah secara mendetail di media umum, karena ditakutkan itu hanya akan memicu kebingungan. Cukup perawat saja yang paham karakter seperti itu. Karena saya perhatikan jika saya mengeluarkan pernyataan “heee.. burung itu jangan digeber terus”. Tapi ada saja penyimak yang justru ingin seolah melawan dan mencoba mematahkan pernyataan itu. Sehingga dicobalah olehnya apa yang diistilahkan digeber tadi. Pertama concer, jarak 2 hari tes lagi masih concer lagi. Tes ketiga bukan concer lagi yang didapat, tapi nyonyor!
“Istirahat” untuk Kestabilan Performa Kacer
Ingat dan sadarilah, yang Anda rawat itu umumnya bukanlah “sapi”, tapi “celeng” yang berpura-pura menjadi “sapi”. Bahkan “sapi” sekalipun tidak banyak yang akan bertahan lama dengan gaya main / lomba digeber terus-menerus. Memang itu burung robot, begitu pencet tombol langsung saja bergerak sesuai keinginan? Burung itu makhluk bernyawa, ada lelah, stresss, tak enak badan, dll. Kalau menginginkan main tiap minggu, solusinya punya 2 burung, dan mainkan bergantian. Terlihatnya kualitas seekor burung itu dapat dilihat dari segi stabilitasnya.

Baca Juga:
Jenis Kacer yang Performanya Menanjak Jika Sering Dilombakan

Photo of the Remarkables mountain range in Queenstown, New Zealand.

Home - About Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2014 www.ublsf.com. Designed By templatoid. Powered By Blogger
Back To Top