Menguak Misteri Kacer yang Brubah Performa Ketika Pindah Tangan | www.ublsf.com

Menguak Misteri Kacer yang Brubah Performa Ketika Pindah Tangan

Menguak Misteri Kacer yang Brubah Performa Ketika Pindah Tangan

Menguak Misteri Kacer yang Berubah Performa Ketika Pindah Tangan – Ok, mungkin bnyak diantara KM yang bingung dengan fenomena berikut ini. Ada kalanya ketika kita mengadopsi burung kacer dari rumahan yang enak dilihat, buka ekor, skill lumayan tapi perawatan asalan kita kemudian optimis mampu memperbaikinya dan menempatkan ia di jalur prestasi dengan memperbaiki rawatan harian, aplikasi EF, dan jemur. Namun, sayangnya yang terjadi kemudian adalah seteleh kita beli burung tersebut dan kemudian kita rawat burung tersebut bukan semakin bagus, tapi justru tambah ancur performanya. Mengapa hal seperti ini kerap terjadi?

Karna sifat manusiawi biasanya berfikir sperti ini, ketika melihat burung rumahan (dari petani) dengan kondisi kotoran menumpuk di kandang dan nampak tidak terurus tapi performanya selalu on buka ekor di rumah dan ditrekpun ok maka angan-angan di otak kita pasti akan memprediksi bahwa dengan kondisi sperti itu (tidak ada rawatan maksimal) saja performa burung sudah cukup baik, apalagi kalau terkena rawatan EF, mandi & jemur teratur, dll? Pasti burung tersebut akan tambah ok. (itu fikiran manusiawi).
Tapi, surve membuktikan (menurut  pengamatan saya dan sharing pengalaman dari banyak rekan-rekan KM) setelah burung tersebut dirawat ala perawat asli (rawatan si pak tani) plus tambahan rawatan pengaplikasian  EF, mandi, & jemur teratur, si burung tidak menunjukkan perkembangan yang positif, tapi justru cenderung negatif. Sobat KM, ini biasanya terjadi karena ketidak tauan kita sendiri.
Mari kita kupas venomena ini secara seksama. Mengapa burung yang dalam kasus ini saya ilustrasikan tadinya milik pak tani dengan tidak makan EF, tidak mandi, dan cuma jemur saja bisa ok? Sementara ketika ada tambahan rawatan versi si pembeli yang terjadi justru penurunan performa si burung? Inti permasalahan ini sebenarnya adalah kejelian untuk melihat karakter kacer itu sendiri. Pada ilustrasi masalah di atas, burung yang mempunyai dasar tipe dingin dengan rawatan apa adanya yang diterapkan pak tani seperti itu (dengan tidak adanya pemandian) sudah cukup untuk membentuk emosi. Terlebih lagi, menurut pengamatan saya, kacer tipe dingin sudah punya modal untuk memunculkan birahinya mesti tidak memakan EF sama sekali.

Lebih jauh lagi, mungkin juga muncul pertanyaan “Mengapa setelah dirawat dengan penambahan pola rawatan si pembeli performa burung menurun?” Jawabannya adalah Karna dalam ilustrasi kasus di atas burung bertipe dingin yang sudah dalam kondisi pas antara birahi dan emosinya, justru diberikan treatment mandi dan aplikasi EF. Nah pada posisi seperti ini hal yang umumnya akan terjadi adalah kondisi dimana birahi lebih mendominasi dibandingkan emosinya sehingga terjadilah masalah-masalah sperti mbalon, ngak responsif, nyiblek, dll.

Lalu, bagaimana mengatasi masalah perubahan performa kacer pada kasus ini?

Pertama jika mndapat bahan sperti ini, Jangan sekali-kali dimandikan sebelum kita menambah durasi jemurnya. Penambahan durasi penjemuran disebabkan karena ada pemberian EF dimana kondisi sebelumnya adalah nol EF. Harus ada penyesuaian ketika pemberian EF dilakukan, maka durasi penjemuran ditambah. Setelah itu lihat perkembangannya, jangan sampai birahi diatas emosinya. Setelah semua berjalan dengan baik, barulah berikan pemandian seminggu sekali. Selalu awasai langkah demi langkah ini, jangan sampai birahi diatas emosi. Lakukan langkah-langkah ini sambil terus menerus melakukan evaluasi sampai kita mengetahui berapakah kebutuhan mandi  si burung untuk setting rawatan dalam satu minggu dengan melakukan penambahan sedikit demi sdikit atau pengurangan sesuai kondisi.
Berbeda halnya jika kita punya pengalaman sebaliknya, ketika kita mendapat celeng rumahan yang ketika di rumh sang pemilik hanya diam dengan rawatan ala pak tani yang alakadarnya, lalu berubah menjadi ok performanya ketika dirawat dengan pola rawatan yang sebenarnya dengan mempertimbangkan pemberian EF, mandi, dan penjemurannya. Dalam kasus ini, yang terjadi pun sebaliknnya karena bahan yang kita dapat itu bisa digolongkan burung yang bertipe panas atau emosi tinggi sehingga begitu terkena EF dan mandi maka hasilnya semakin bagus.
Misteri Kacer yang Brubah Performa 
Nah kesimpulannya ketika kita mengambil bahan dari pak tani (pak tani adalah ilustrasi perawat kacer yang hanya merawat dengan alakadarnya tanpa mempertimbangkan pemberian EF, durasi penjemuran, dan intensitas mandi) maka untuk menilai bahan itu, kita harus jeli untuk membaca suhu udara di daerah tersebut sperti apa sementara kita merawat di suhu sperti apa. Semuanya harus disesuaikan dengan rawatan dan karakternya. Mungkin kita sekarang ngak perlu lagi memisterikan hitam putih. Mesteri itu sebenarnya terjadi karna ketidak mauan kita untuk berfikir lebih keras. IBI BK

Baca Juga 
Mengapa Kacer yang Berpindah Lokasi Berubah Performanya?
Tips Kicau Kacer Lainnya DI SINI.



Home - About Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2014 www.ublsf.com. Designed By templatoid. Powered By Blogger
Back To Top