Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer

Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer

Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer – Sobat kicau mania kacer nusantara, Extra Fooding (EF) yang dapat juga kita artikan sebagai makanan tambahan merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan kacer momongan kita di perlombaan. Sebagai kicau mania yang cerdas dan mau berfikir keras kita harus memahami bahwa dari sekian banyak EF yang ada, tentu tidak semuanya baik untuk kacer momongan kita karena masing-masing EF pasti memiliki kandungan yang berbeda-beda. Diantara banyak EF yang ada di kalangan kacer mania, dua jenis EF yang paling sering diberikan adalah kroto dan ulat bambu. Nah, pada artikel ini akan saya kupas tuntas tentang perbedaan antara kroto vs ulat bambu yang saya asumsikan cocok tuk burung berfigter tinggi (tipe panas).

Saya akan menjelaskan perbedaan dari dua EF di atas dengan sebuah cerita. Dahulu setting harian terbaik kacer momongan saya yang bernama Dewa Mabuk (DM) adalah dengan pemeberian jangkrik (JK) 3 / 2, harian diablak, mandi seminggu 2 kali, dan jemur dengan durasi sekitar 15 menit. Saat lomba, pemberian JK tetap sama, mandikan setiap akan naik, JK 2 plus ulat bambu 2 ekor. DM memang memiliki jiwa fighter yang tinggi namun ia tidak menyukai kroto selain kroto yang ukurannya besar-besar. Suatu ketika terjadi kelangkaan ulat bambu, sehingga saya menggantinya dengan memberikan kroto telor besar-besar sebanyak 5-7 butir. Dengan setting yang seperti ini, saya amati hasilnya tak semaksimal ketika saya berikan ulat bambu.
Dari contoh kasus di atas dan didukung dengan beberapa pengamatan yang lain, dapat saya katakan bahwa semua EF itu mempunyai efek dingin atau panas yang sangat bervariasi. Ketika kroto tidak mampu meredam emosi yang terlalu tinggi, maka cobalah naikan dosis dinginnya dengan memberikan ulat bambu atau ulat pisang, begitu juga dengan burung bertipe figter rendah (tipe dingin). Ulat hongkong (UH) itu cenderung berefek panas. Jika jumlah 5 ekor UH belum mampu mengangkat performanya, coba berikan 10 – 20 ekor. Jika tetap tidak mampu mengangkat performanya, coba berikan EF yang berefek lebih panas semisal dengan mencoba memberikan ulat kandang dan begitu seterusnya.
Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer
Kesimpulannya, karakter emosi individu setiap burung berbeda-beda dan masing-masing EF juga mempunyai efek dingin atau panas yang sangat bervariasi. Ulat bambu memiliki dosis mendinginkan yang lebih kuat dibandingkan kroto sementara ulat kandang memiliki dosis memanaskan yang lebih tinggi dibandingkan UH. Maka dari itu, tidak mungkin dapat saya tentukan jumlah EF pada setting rawatan harian yang paling sesuai dengan kondisi burung Anda. Jadi, mulailah fikirkan siapakah yang harus tahu seberapa banyak dan EF jenis apa yg cocok tuk burung anda? Silahkan difikirkan batasan-batasan dari rawatan yang sudah saya share di grup. Anda hanya dituntut untuk dapat memahami dan melakukan adaptasi yang tepat dari apa yang pernah saya tulis dari pengalaman pribadi saya.

Anda tidak saya paksa mempercayai ilmu saya, tetapi Anda juga tidak berhak menghakimi apa yang saya percayai. Paling tidak, cobalah menghargai dan tidak mudah menyalahkan apa yang dipercayai seseorang tanpa memahami esensinya. Apalagi berkoar di belakang persis seperti ibu-ibu komplek yang sedang ngerumpi di tukang sayur. CPI GARIS KERAS!!!!



Home - About Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us
Copyright © 2014 www.ublsf.com. Designed By templatoid. Powered By Blogger
Back To Top