KACER KANIBAL TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN GACOR (Menyembuhkan Kacer Kanibal)

Sebagai seorang perawat kacer, kita harus memahami bahwa satu penyakit kacer belum tentu cara penyembuhannya sama, inilah susahnya bermain kacer. Maka dari itu, saya orang yang paling tidak mau menyalahkan orang lain yang mau berbagi pengalaman tentang kesuksesannya menyembuhkan salah satu penyakit kacer.

Salah satu contoh misalnya dia menuliskan bahwa menyembuhkan kacer kanibal adalah dengan metode nol extra fooding (ef) dan mndi malam tanpa jemur, dan ahirnya sembuh. Itu saya aminkan, karena bisa jadi kanibalnya terjadi karena over pemberian jangkrik (jk) dan tritmen penjemuran yang terlalu berlebihan, biasanya kacer model begini gacornya nggak ketulungan.

Tapi kali ini saya mengalami kasus yang berbeda. Kanibalnya beda dengan kasus di atas karena burung ini hanya ngeriwik harianya, lalu saat ketemu musuh juga bloon (tidak respon). Kemudian saat dikrodong tahu-tahu ekornya habis. Tidak mungkin model kasus ini akan saya tritmen dengan metode nol ef dan mndi rutin. Justru saya aplikasikan jk 10 ekor pagi sore dan tritmen jemur kurang lebih  3 jam. Sudah 1 bulan ini si burung belum saya berikan pemandian.


BACA JUGA:
Memilih Bahan Kacer Kanibal untuk Bahan Lapangan           

Prediksi saya, nanti kalau Si burung sudah menunjukkan gelagat enak saya akan berikan jk 7 ekor pagi dan sore serta jemur kurang lebih 2 jam dan mandi 2 kali pagi. Tritmen umbaran kira-kira 2 atau 3 kali seminggu setelah jemur. Waktu hari H, jk tetap standar namun ditambah dengan pemberian kroto dan perlu diingat bahwa pada hari itu (hari H) Si kacer tidak mandi. Justru kacer tersebut dijemur 1 jam saat mau brangkat dan diberi kroto satu sendok.

Alhamdulillah sekarang burung ini dah sembuh dari kanibalnya, tinggal masa pemulihan bulu yang bekas rusak trus dicabut (oleh pemilik sebelumnya). Pesan saya, janganlah sekali-kali Anda menyalahkan orang yang sudah sudi berbagi pengalaman jika kita sendiri tidak bisa menjabarkannya dengan argumentasi yang jelas. Orang yang paham pasti bisa menghargai perbedaan pendapat sesama kicaumania, tidak arogan dengan segala kotbahnya. Bagaimana dengan Anda? Salam kicau Mania!

Sumber: Ibi Bandar Kacer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

CopyAMP code